Powered By Blogger
Tampilkan postingan dengan label by : wrs 015. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label by : wrs 015. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 November 2010

Jumlah Pengungsi Merapi Sleman Capai 19.000 Jiwa

Yogyakarta- Jumlah pengungsi korban bencana erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, diperkirakan mencapai sekitar 19.000 jiwa yang tersebar di barak-barak pengungsian.

"Sebelumnya jumlah pengungsi diperkirakan sekitar 12.000 jiwa, tetapi kenyataannya mencapai sekitar 19.000 jiwa," kata Bupati Sleman Sri Purnomo di Posko Utama Penanggulangan Bencana Merapi di Pakem, Kabupaten Sleman, Selasa.

Ia mengatakan, sebelum Merapi erupsi pada Selasa (26/10), estimasi jumlah pengungsi yang telah didata Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman sekitar 12.000 jiwa. Jumlah itu merupakan hitungan jiwa yang bermukim di kawasan rawan bencana (KRB) III.

Namun, menurut dia, yang terjadi adalah erupsi Merapi sangat dahsyat. Hal itu menyebabkan para penduduk di KRB II juga ketakutan dan ikut mengungsi sehingga terjadi lonjakan jumlah pengungsi menjadi sekitar 19.000 jiwa.

"Atas melonjaknya jumlah pengungsi itu, maka Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman membuat barak pengungsian tambahan dan menggunakan bangunan lain seperti sekolah untuk menampung pengungsi tambahan tersebut," katanya.

Ia mengatakan, jumlah pengungsi sebanyak itu ditampung di sembilan barak pengungsian dan sejumlah bangunan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Cangkringan, Kecamatan Pakem, dan Kecamatan Turi.

"Melonjaknya jumlah pengungsi itu berdampak pada meningkatnya anggaran untuk memenuhi kebutuhan mereka selama berada di barak-barak pengungsian," katanya.

Menurut dia, semula Pemkab Sleman mengestimasi biaya penanganan bencana Merapi sebanyak Rp9 miliar. Namun, kebutuhan untuk penanganan bencana itu membengkak hingga menjadi Rp21 miliar.

"Padahal, Pemkab Sleman hanya memiliki dana Rp4 miliar. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan membantu mengatasi kekurangan anggaran tersebut agar bisa menangani para pengungsi letusan Gunung Merapi," katanya.

Senin, 18 Oktober 2010

danau linau


DANAU Linau merupakan danau yang unik dan sering disebut danau tiga warna.  Danau ini terletak di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon.

Disebut demikian karena bila terpancar sinar matahari, warna air di permukaannya bisa tampak kuning, hijau dan merah. Namun, warnanya kini sudah lebih dari tiga warna.
Tiga warna itu karena pengaruh warna belerang. Warnanya lebih dari tiga. Saat matahari tepat di atas permukaan danau, terlihat warna hijau tua, hijau muda, biru, kuning, orange dan putih. Hampir seperti warna-warna pelangi
Lokasi danau ini dulunya adalah kawah gunung berapi.
Menurut cerita turun temurun dari orang-orang tua di wilayah itu, danau ini dulunya kawah. Namun setelah proses alam ribuan tahun menjadi danau.


Luas danau sekitar 46 hektare dengan kedalaman mencapai 36 meter. 

Sabtu, 16 Oktober 2010

mt.karangetang

sejarah gunung karangetang adalah salah satu gunung aktif di dunia..gunung ini pernah meletus pada tahun 1675, gunung ini mengeluarkan lava pijarnya dengan sangat dahsyat. gunung ini juga sudah mengalami erupsi sebanyak 41 kali sejak tahun 1675 dan salah satu ciri khas dari gunung api ini, adalah gunung ini mungkin satu-satunya gunung didunia yang pernah di Baptis.

gunung ini di Baptis oleh salah satu Pendeta yang datang ke Siau untuk menyebarkan Injil ( misionaris),Pendeta tersebut adalah orang Belanda dan kemudian gunung ini diberi nama sesuai dengan nama Pendeta yang Membaptisnya , yaitu ( YOHANIS ). tapi kebanyakan orang di pulau Siau hanya mengetahui nama gunung tersebut " Karangetang" tapi nama yang sebenarnya adalah " Yohanis"

Salah satu keunikan dari gunung ini adalah, jika masyarakat yang ada di pulau siau melakukan pelanggaran maka gunung ini akan memberi tanda yang berupa suara gemuruh ataupun langsung mengeluarkan lava pijar.

Gunung ini diberi nama Karangetang , karena gunung ini merupakan gunung tertinggi di Kepulauan Sitaro juga di Kepl.Sangihe.



korban letusan gunung karangetang : Gunung Karangetang, salah satu gunung berapi Indonesia yang paling aktif meletus pada Jumat, 6 Agustus 2010. Peristiwa ini mengakibatkan sejumlah korban luka dan hilang. Gunung Karangetang yang terletak di Siau, Sulawesi Utara, ini memuntahkan lava dan abu panas hingga ratusan meter ke udara. Sedikitnya empat warga yang tinggal di lereng pegunungan hilang, kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Surono. Beberapa orang juga terluka parah. 

Terakhir, Gunung Karangetang menciptakan letusan besar pada Juli 2006. Letusan kala itu menyebabkan hampir 4.000 warga dari lima desa diungsikan. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di jalur Cincin Api Pasific yaitu gugusan gunung berapi di wilayah Pasific. Jalur ini umumnya rawan letusan dan gempa vulkanik.





                                                     mt.karangetang